Walikota dan wakil walikota terpilih, Danny Pomanto dan Daeng Ical beberapa waktu yang lalu menggagas program Makassar Tidak Rantasa. Ada beberapa poin yang menjadi inti dari tulisan kali ini. Diantaranya adalah masalah pelaksanaannya dan harapan Daeng Situju kedepannya terkait keberlangsungan program sehat ini.

Mobil TANGKASAKI
Sumber: Tribun News



Sebagai warga Makassar, gagasan walikota terkait kebersihan kota selayaknya didukung. Gerakan Makassar Tidak Rantasa dipandang sebagai satu terobosan revolusioner yang dilakukan walikota beserta jajarannya. Itu tentunya dilakukan untuk kemaslahatan bersama; untuk warga Makassar. Dalam pelaksanaannya, pengangkutan sampah dilakukan dengan truk yang pada bagian bodinya tertera jargon 'Tangkasaki' yang merupakan akronim dari 'Truk Angkut Sampah Kita. Desain truk ini sangat unik. Persis dengan desain truk kebersihan yang biasa dijumpai pada film-film 'Hollywood'.

Pada pelaksanaan awal program ini, pengangkutan sampah dilakukan pada pagi hari. Kami yang berdomisili di kompleks yang terdiri dari blok-blok tentunya mengapresiasi positif langkah ini. Instruksi yang dikeluarkan pada waktu itu adalah, sampah dikumpul diujung blok dengan alasan efisiensi dan untuk memudahkan pengangkutan limbah rumah tangga. Pada awal pelaksanaannya, program ini berjalan baik. Beberapa hari berturut-turut, rutin pada pagi hari sekira pukul 07.00, klakson truk terdengar; pertanda bahwa limbah yang terkumpul diujung blok akan segera diangkut. Namun beberapa hari kemudian, truk tidak datang yang mengakibatkan menumpuknya limbah rumah tangga satu blok diujung blok yang menjadi tempat penyimpanan limbah sementara. Kami yang tinggal diujung blok kemudian tersiksa dengan bau tidak sedap dari kumpulan limbah rumah tangga dari satu blok tersebut.

Entah karena ada masalah atau karena adanya perubahan kebijakan, beberapa hari kejadian serupa terulang. Alhamdulillah, respon tanggap diambil oleh pengambil kebijakan dengan mengubah waktu pengangkutan limbah rumah tangga. Hingga saat ini, pengangkutan limbah rumah tangga rutin dikakukan pada malam hari. Beberapa bulan setelah itu, pelaksanaan program MRT (Makassar tidak rantasa) masih lancar jaya. Salut buat pelaksana program.

Terkait harapan kedepannya, diharapkan agar pemerintah terkait untuk menambah armada truk TANGKASAKI. Meski sejauh ini kami sebagai masyarakat sudah cukup puas dengan pelaksanaan program ini, namun akan lebih baik lagi jika dilakukan penambahan armada dan jika bisa, agar pengangkutan dilakukan dua hari sekali.

0 komentar:

Posting Komentar