Artikel ini ditulis tidak berdasarkan hasil penelitian, namun lebih didasarkan pada pengalaman pribadi dan pengamatan yang sangat jauh dari kriteria 'ilmiah'. Silahkan tinggalkan halaman ini jika Anda adalah orang yang sedang mencari solusi yang ilmiah. Namun jika Anda berada pada halaman ini karena sekadar ingin membaca dan mengetahui pengalaman pribadi orang lain yang mungkin tidak pernah Anda rasakan, maka silahkan baca entry berjudul menumbuhkan minat baca ini hingga selesai.

Membaca memang merupakan aktivitas yang membosankan. Sangat membosankan malahan. Itulah persepsi yang bersarang dikepala Daeng Situju yang telah berhasil ditekan, dihilangkan, dan diubah 180 derajat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Meskipun belum maksimal, namun tidak ada salahnya jika Daeng Situju membagi tips terkait bagaimana menumbuhkan minat baca yang mungkin juga Anda inginkan namun terkendala pada dominannya rasa malas menghasut Anda untuk tidak membaca.

Kenali Persepsi

Daeng Situju adalah orang yang seringkali dikalahkan oleh rasa malas dan pemikiran pembenaran; yaitu pemikiran yang selalu brilian dalam menghasilkan alasan 'mengapa saya tidak harus membaca?' Pertama-tama, yang perlu Anda lakukan untuk menekan rasa malas Anda untuk membaca adalah dengan mengenali diri Anda sendiri dan mengenali persepsi Anda terhadap sesuatu. Tidak peka akan hal ini akan berakibat kembalinya Anda pada kebiasaan lama Anda. Tanyakan pada diri Anda, 'mengapa saya merasa tidak perlu membaca?' Setelah itu, tanyakan lagi 'mengapa saya harus membaca?' Bandingkan jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Jika perlu, tuliskan jawaban-jawaban yang ada pada selembar kertas lalu tempelkan pada meja belajar Anda. Ini akan menjaga Anda pada rel yang tetap; konsisten. 

Ubah Persepsi

Alasan yang paling sering muncul ketika ditanya 'mengapa tidak membaca?' adalah tidak punya waktu. Bagi orang jujur, terkadang mereka mengatakan dengan gamblang 'karena malas'. Untuk mengatasinya, tentukan tujuan Anda. Lagi-lagi, pertanyaan 'mengapa saya harus membaca?' adalah solusinya. Tentu jawaban yang muncul adalah kumpulan statement positif seperti 'agar saya cerdas', 'agar saya tahu', 'agar saya bisa ini', dan 'agar saya bisa itu'. Fokuslah pada jawaban-jawaban tersebut. Berbicara memang tidak semudah melakukan. Namun percaya atau tidak, input-input positif seperti ini akan sangat membantu, disadari atau tidak.

Ubahlah persepsi negatif Anda tentang membaca. Percayalah, ketika Anda mampu menjawab pertanyaan 'mengapa saya harus membaca?', maka itu berarti Anda mempunyai potensi yang besar untuk menjadi apa yang Anda inginkan. Dan ingat, membaca adalah salah satu jalan menuju apa yang Anda inginkan.

Pertahankan Persepsi

Mempertahankan persepsi positif tidaklah sesulit apa yang Anda bayangkan. Pada poin ini, konsistensilah yang menentukan. Pastikan bahwa setiap harinya Anda telah melakukan aks; dalam hal ini membaca. Tidak perlu berlama-lama. Pada awalnya, membacalah semampu Anda. Ketika Anda telah terkontaminasi dan larut dalam nikmatnya membaca, percayalah, secara otomatis Anda akan merasa tidak enak jika dalam sehari Anda tidak membaca. Ibarat kebiasaan makan nasi, jika dalam sehari Anda tidak makan nasi, maka seperti itulah perasaan yang muncul jika Anda tidak membaca dalam sehari.

Ubah Lingkungan

Lingkungan adalah faktor yang memegang peranan penting dalam pembentukan karakter. Upayakan agar lingkungan Anda adalah lingkungan yang sehat dan dipenuhi aura positif. Tinggalkan lingkungan yang hanya akan membuat dan mendatangkan kemunduran. Poin ini berdasar dari pendapat Prof. Dr. Kazuo Murakami dalam bukunya yang berjudul 'The Mracle of DNA'. Dikatakan bahwa didunia ini tidak ada yang mustahil. Jikapun Anda memikirkan sesuatu yang mustahil, maka itu tidak berarti benar-benar mustahil. Namun karena DNA Anda untuk mewujudkan yang mustahil itu masih tidur. Oleh karena itu, bangunkan DNA positif Anda dengan rangsangan positif.

Artikel ini adalah artikel tanpa penutup berupa kesimpulan dan saran. Ketika Anda membaca seluruh artikel ini, maka kesimpulan dan saran menjadi tanggung jawab Anda pribadi. Saya yakin, meskipun tanpa dijelaskan ulang, Anda sudah mampu menyimpulkan apa yang dibahas pada artikel ini. Salam manis manja dari Daeng Situju buat pembaca sekalian.

0 komentar:

Posting Komentar