Bagi warga Makassar yang bermukim di wilayah Toddopuli, tentu warkop ini sudah tidak asing lagi. Atau bahkan mungkin Anda adalah salah satu pelanggan setia warkop ini. Terminal Kopi namanya. Terletak disekitar Pasar Toddopuli Makassar. Suasananya hangat dan bersahabat. Harga kopinyapun bersaing dengan warkop sebelah. Rp. 12.ooo untuk kopi gelas besar dan Rp. 10.000 untuk kopi gelas kecil.

Di halaman depan dan samping kiri warkop, Anda akan menemui kumpulan orang yang duduk berempat yang masing-masing memegang 7 buah kartu. Yah benar, mereka sedang asyik bermain domino. Permainan ini memang sering dijumpai jika Anda berada di Makassar. Berbeda dengan daerah yang pernah Daeng Situju kunjungi di pulau Jawa. Disana, bermain domino terkesan agak tabu. Di Makassar, permainan ini adalah hiburan yang benar-benar menghibur; juga sebagai ajang mengisi waktu.

Dibagian lain di warkop ini, terlihat pula meja yang diisi 2 orang yang saling diam. Bukan diam karena bermusuhan, namun diam karena mereka sama-sama berpikir tentang strategi. Dihadapan mereka ada sebuah papan hitam-putih. Sesekali, salah satu dari mereka meneriakkan kata 'skak' dengan keras. Main catur? Tepat sekali.

Dibagian dalam, terdapat belasan meja dimana disetiap sisi dari meja-meja tersebut terjejer kursi-kursi dan sofa. Biasanya, bagian ini diisi oleh orang-orang yang hanya ingin bercengkrama, berbincang, dan serius didepan laptop dan smartphone, dan sekadar mencari hiburan dengan menonton siaran TV kabel yang kadang juga dari siaran TV lokal. Kopi tak luput dihadapan mereka.

Tempat ini merupakan salah satu tempat yang nyaman bagi Daeng Situju. Di tempat ini, sebagian besar tulisan Daeng Situju tercipta. Inspirasi dengan lancar dapat mengalir di tempat ini. Mungkin karena suasananya yang nyaman dan santai. Mungkin juga karena warkop ini dilengkapi dengan Musholla. Terlepas dari mungkin ini dan mungkin itu, satu hal yang pasti adalah warkop ini tidak pernah sepi pengunjung. Itu salah satu alasan mengapa Daeng Situju betah berada disini.

Pada malam-malam tertentu, suara keyboard mengalun bersama suara vokal yang kadang menyanyikan lagu daerah, kadang pula lagu pop barat dan dalam negeri. Sajian hiburan seperti ini menambah hangatnya malam yang sebenarnya sudah cukup hangat berkat kopi dengan cita rasa yang khas. Berada di tempat ini mungkin bisa menurunkan atau bahkan mengusir tekanan hidup yang bersarang dikepala. Silahkan berkunjung dan rasakan hangatnya Makassar di tempat ini. Jika Anda beruntung, maka kita akan bertemu. Mungkin bisa beradu strategi didepan papan catur.

Terminal Kopi on Map
Terminal Kopi on Map
Wilayah ini (Toddopuli, Makassar) memang dipenuhi warung kopi. Semuanya ramai pengunjung. Dimanapun homebase Anda, jika Anda masih berada di wilayah Makassar, maka kedamaian harus kita jaga. Kita buktikan bahwa Makassar adalah kota yang dihuni orang-orang yang ramah dan bersahabat. Mari bersama mengubah stigma negatif tentang kota ini. Kota ini penuh kedamaian. Cuma terkadang, berita tentang kedamaian tidak laku dan kurang menarik, sehingga stigma negatiflah yang selalu mencuat. Saya rasa, Anda tahu dengan jelas tentang itu.
NOTE : Artikel ini bukan artikel berbayar. Adapun yang tertulis dalam artikel ini murni hanyalah uneg-uneg Daeng Situju yang mungkin berbeda dengan yang pernah, sedang, atau akan Anda rasakan. 

0 komentar:

Posting Komentar