Banyak orang yang sangat bersemangat menjadi blogger karena alasan ini. Adsense. Simpel memang. Blogger hanya dituntut untuk menulis konten secara konsisten serta optimasi bak itu secara 'on-page' maupun secara 'off-page'. Sesimpel itukah? Jika Anda menanyakan pertanyaan tersebut kepada Daeng Situju, maka jawabannya 'YA'. Lalu bagaimana dengan penempatan iklan? Pentingkah? Penting juga, namun tidak begitu urgent. Masalah visitor? Ini yang paling utama karena sumber pendapatan pemain adsense ada pada visitor. Lalu, sulitkah main adsense? Mari kita bahas bersama. Perlu diingat bahwa ini murni pendapat berdasarkan pengalaman Daeng Situju yang sangat subjektif. Benar salahnya, silahkan timbang sendiri.

Jika hanya ingin sekadar bermain adsense, itu sangatlah mudah. Sekali lagi, hanya menulis konten secara konsisten dan optimasi. Itu saja. Namun jika ingin mendalami adsense, maka Anda akan menemukan seni dan sensasi yang berbeda. Otak Anda akan dipaksa berputar untuk meningkatkan pendapatan. Jika hanya sekadar ingin memasang Adsense lalu duduk berpangku tangan, maka jadilah Anda begitu-begitu saja; seperti Daeng Situju yang hingga kini belum pernah sekalipun 'request payout' karena pendapatan minimal belum pernah tercapai.

Perlu diketahui bahwa adsense dalam hal ini terbatas pada Google Adsense. Pengalaman Daeng Situju masih sebatas pada lingkar ini. Pernah mencoba main adsense lain, namun putus ditengah jalan. Lalu, apa yang membuat Google Adsense spesial bagi Daeng Situju? Sebenarnya tidak spesial juga. Hanya karena Daeng Situju pernah di-approve dan hingga kini akun masih aktif di situs Daeng Situju yang lain. Masalah pendalaman, tidak pernah ada strategi khusus untuk itu. Hanya sebatas update konten secara berkala, submit ke pinger, submit ke Google, close Mozilla Firefox.

Paragraf terakhir, menjawab pertanyaan yang menjadi judul artikel ini, sulitkah main adsense? Bukan main adsense-nya yang sulit, melainkan cara mendapatkan pengunjung organik; yaitu pengunjung yang datang melalui mesin pencari dalam hal ini Google. Lalu, apa tujuan artikel ini ditulis? Pertama, hanya sekadar mencurahkan pendapat. Kedua, sebagai bentuk konsistensi menulis. Ketiga, belajar merangkai kata tanpa 'look back' dan tanpa menekan tombol 'backspace'. Katanya, untuk belajar menulis, jangan pernah menjadi seorang yang perfeksionis. Orang yang perfeksionis itu, jika menulis, ia selalu membaca ulang apa yang ditulisnya, direvisi, baca ulang lagi, revisi lagi, begitu seterusnya hingga pada akhirnya artikel yang ia baca dan revisi tak kunjung terbit. Hasilnya, web yang dipasangi adsense minim konten dan tentunya berimbas kepada pendapatan yang tidak sesuai harapan. Yah, tujuan artikel ini ditulis hanyalah untuk menguji kualitas kalimat atau tulisan tanpa 'look back'. Itu saja. 

Mohon maaf jika Anda merasa terjebak di artikel ini. Bagaimanapun juga, tetap ada ilmu ynag bisa Anda dapatkan dari artikel ini. Daeng Situju tahu jelas bahwa saat ini Anda sedang mencari informasi tentang adsense. Adapun ilmu yang bisa Anda daptkan adalah, upayakan agar web Anda teroptimasi dengan baik. Caranya adalah dengan menulis konten secara berkala dan lakukan optimasi secara maksimal. Selain itu, belajarlah untuk mengurangi perfeksionitas dalam menulis. Sekian dan terima kasih.

Mohon maaf

0 komentar:

Posting Komentar