Kampus keguruan yang akrab dengan simbol layar Perahu Phinisi, Universitas Negeri Makassar, kini sedang dilanda ombak besar. Dugaan korupsi di Fakultas Teknik UNM kini menjadi momok yang mengancam akan mencoreng nama besar kampus bekas IKIP Ujung Pandang ini.

Kampus yang baru saja menggelar pemilihan nahkoda ini, yang mengeluarkan Prof. Dr. Husain (saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UNM) sebagai nahkoda Phinisi terpilih, kini menyita perhatian publik dengan mencuatnya kasus dugaan korupsi pembangunan Laboratorium Terpadu di Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Hingga saat ini, Penydik Polda Sulselbar telah memeriksa beberapa pejabat UNM, termasuk rektor saat ini, Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd.

Jika kasus ini belum terungkap hingga pelantikan Prof. Dr. Husain Syam sebagai rektor Universitas Negeri Makassar yang dijadwalkan akan dilangsungkan pada bulan Mei 2016 mendatang, maka kasus ini tentu saja akan menjadi prioritas utama beliau sebagai rektor. Masyarakat percaya akan integritas beliau, termasuk dalam pengungkapan kasus korupsi dilingkup kampus yang akan dinahkodainya.

Bagaimanapun juga, tindakan memperkaya diri sendiri dan golongan tidak dibenarkan. Siapapun mereka dan apapun pangkat mereka, jika terbukti terlibat, maka sebagai pendidik yang terdidik, mereka wajib mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka didepan hukum. Semua kalangan tentu setuju dengan pernyataan di paragraf ini, meski yang ditanyai adalah mereka yang terlibat sekalipun.

(Baca Juga: Dugaan Korupsi di Fakultas Teknik UNM: Seluruh Pihak yang Terlibat Harus Bertanggung Jawab)

Dikutip dari salah satu media online, dikatakan bahwa Prof. Dr. Arismundar, M.Pd merupakan orang yang ke-empat setelah sebelumnya tiga pejabat UNM lainnya telah diperiksa. Pemanggilan rektor UNM sendiri telah dipenuhi pada 11 Maret 2016 lalu. Kedatangan beliau merupakan bukti akan dukungan dan upaya sang pemimpin dalam mengungkap dugaan kasus korupsi yang terindikasi terjadi di kampus yang dinahkodainya.

0 komentar:

Posting Komentar