Makin produktif dan kreatif bersama ASUS E202
Makin produktif dan kreatif bersama ASUS E202
Blog Competition by www.uniekkaswarganti.com

Menyandang status sebagai mahasiswa semester akhir memang banyak galaunya. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, ngopi-pun yang seharusnya santai menjadi garing bak singa tanpa taring. Seolah-olah isi kepala ini hanya berisi data penelitian dan teknik olah data saja. Belum ditambah dengan beban penelitian eksternal yang berkiblat kepada paradigma kualitatif yang mewajibkan Daeng Situju berurusan dengan bejibun data video hasil wawancara, coding data, dan interpretasi. Plus aktivitas semi-wajib yakni update posting di beberapa blog. Jika demikian halnya, laptop jelas menjadi sahabat setia. Masalahnya adalah, apakah ada laptop yang spesifikasinya memadai dan mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut? Ini dia yang akan diulas pada tulisan kali ini.

Preview salah satu penelitian Daeng Situju yang InsyaALLAH akan dipresentasikan pada seminar internasional bulan Juli 2017

Daeng Situju adalah seorang mahasiswa yang juga aktif dalam dunia penelitian serta tulis-menulis. Daeng Situju mengelola 4 blog dan 1 website e-learning (electronic learning) milik institusi tempat Daeng Situju mengabdi. Pada saat yang bersamaan, Daeng Situju juga terlibat dalam beberapa proyek penelitian kualitatif yang diantaranya siap masuk ke fase interpretasi data. Untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan tersebut, tentu dibutuhkan laptop dengan spesifikasi yang garang dengan ukuran yang ringan untuk menunjang mobilitas, daya tahan baterai yang mumpuni, dan jelas harus stylish agar kesan 'anak muda'-nya dapat. Terbayang kalau presentasi nanti. Semua mata tertuju padaku. Hehehe.

ASUS E202: Sabahat Peneliti
ASUS E202 adalah satu-satunya perangkat yang masuk dalam radar incaran Daeng Situju. Tentunya pertimbangan ini didasarkan atas pertimbangan logis; dalam artian, bukan sekadar untuk 'gaya-gayaan' atau untuk dipamer. Bahasa sederhananya, ASUS E202 kebutuhan; bukan keinginan.

Lantas, apa saja pertimbangan logis yang hilirnya jatuh pada ASUS E202?

Daya Baterai

Menurut Daeng Situju, masalah yang jamak dimiliki laptop saat ini ada di daya tahan baterai yang kendor. Untuk urusan penelitian yang berkutat pada ranah social science, data kualitatif dapat diibaratkan sebagai makanan pokok penelitinya. Merekam fenomena yang menjadi objek penelitian, yang durasinya hingga berjam-jam lamanya, menjadi aktivitas yang wajib dilakoni. Rekaman tersebut nantinya akan ditonton berulang kali untuk diinterpretasikan. Tidak hanya sampai disitu, peneliti kualitatif juga dituntut untuk melakukan teknik triangulation (trianggulasi) yang mencocokkan hasil interpretasi dengan data wawancara dan catatan observasi. Karena itu, daya tahan baterai didaulat sebagai poin nomor wahid pada kriteria pencarian.

ASUS E202: Battery Life hingga 8 jam

ASUS E202 mampu mengakomodasi penggunanya dengan battery life hingga 8 jam. Informasi ini jelas merupakan merupakan berita gembira bagi Daeng Situju; bak angin segar yang berhembus dimusim kemarau. Dengan daya tahan yang selama itu, menonton semua data video hasil rekaman yang wajib dilakukan berulang-ulang untuk menghindari kesalahan penafsiran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa takut kehabisan daya. Sebagai penumpang diatas empat roda-pun Daeng Situju dapat tetap produktif mengolah data.

Portabilitas & Mobilitas

Aspek ini menjadi poin kedua yang wajib dipertimbangkan. Peneliti jelas dituntut mampu bermobilitas tinggi. Bolak-balik dari kantor ke kampus serta ke lokasi penelitian hingga ke rumah adalah aktivitas harian yang normal. Daeng Situju yang juga meng-handle beberapa mata kuliah jelas wajib menulis materi ajar dan meng-upload-nya ke portal e-learning agar dapat diakses mahasiswa. Jika mobilitasnya kurang memadai, maka jangan harap urusan bisa kelar.

ASUS E202: Desain yang portabel untuk menunjang mobilitas

ASUS E202 dirancang dengan desain yang mini tapi tidak minim fungsionalitas. Hadir dengan ukuran 12 inch yang tidak lebih besar dari ukuran kertas A4, yakni hanya 193 x 297 mm saja, tentunya akan sangat menunjang mobilitas peneliti yang sibuk dengan urusan "pengabdian kepada masyarakat"-nya. Selain itu, bobotnya yang manusiawi, yang hanya 1,21 kg saja, akan menyelamatkan para peneliti muda potensial dari nyeri punggung akibat memikul beban yang teramat berat. Item andalan ini juga dijamin tidak akan berisik berkat teknologi fanless-nya; do'i siap diajak begadang tanpa khawatir mengganggu suami/istri yang sedang terlelap. Dijamin tidak akan ada deru kipas yang terdengar.

Salah seorang profesor yang mengajar Daeng Situju pernah berkata, "Dizaman sekarang ini, kita dituntut mampu bekerja 48 jam sehari-semalam". Maksudnya adalah, beban pekerjaan yang semakin hari semakin banyak agar dapat diselesaikan secepat mungkin. Mobilitas adalah inti dari pernyataan tersebut. Jika waktu berjam-jam dihabiskan ditengah kemacetan tanpa melakukan apapun selain bersabar menunggu macet terurai, hal ini sama saja dengan membuang waktu produktif. Padahal kita hidup dizaman yang semuanya serba multi-tasking. "Betul tidak?!"

Performa

Jangan main-main dengan urusan performa. Mengapa poin ini diletakkan dibawah poin Daya Baterai dan Mobilitas adalah karena aktifitas peneliti juga membutuhkan laptop dengan performa yang mumpuni. Malu dong saat presentasi nanti laptopnya hang atau lag; apalagi presentasinya di seminar bertaraf internasional. Apa kata dunia???

ASUS E202: Ditunjang fitur multimedia

ASUS E202, selain menjamin daya dan mobilitas, juga hadir dengan tidak melupakan performa. Hadir bersama Windows 10 dan DOS dengan prosesor Intel hemat daya, dan dengan bekal konektivitas port USB 3.1 Type-C yang modern, dijamin tidak akan ada kendala berarti sisi konektivitas. Data rekaman video dari kamera dapat dengan mudah ditransfer ke ASUS E202 yang mungil nan fantastis ini.
Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. -Mommy Uniek, Pengguna & Pecinta ASUS E202-

ASUS E202: Windos 10 ready

Desain Stylish dan Nyaman

Masalah desain dan kenyamanan juga sangat penting dan sangat menunjang performa khususnya yang berkatan dengan aspek percaya diri. Kita tidak hidup dizaman batu kan? Masa iya kita masih harus memikul laptop dengan beban berat dengan desain zaman dulu kemana-mana? Sebagai anak muda, gengsi dong!!!

ASUS E202: Kesan 'anak muda' dengan beragam pilihan warna

ASUS E202 yang hadir berbekal Windows 10 dan DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Kesan stylish khas anak muda jelas terlihat di notebook idaman ini. Selain itu, meskipun ukurannya yang mini, yang tidak lebih besar dari ukuran kertas A4, yang hanya 193 x 297 mm saja, laptop ini nyaman digunakan baik untuk menonton bejibun data penelitian berformat video, maupun untuk mengetik hasil penelitian. Touchpad ASUS E202 juga ideal untuk digunakan tanpa external mouse. Jelas aspek kenyamanan tidak luput dari design ASUS E202.

ASUS E202: Touchpad menunjang kenyamanan bekerja

Akhir kata, terima kasih yang tak terhingga buat sahabat Daeng Situju, Mommy Uniek, yang telah memberi pencerahan atas pencarian Daeng Situju selama ini. Ternyata, laptop sahabat peneliti itu ASUS E202.

#E202BlogCompetition

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

2 komentar:

  1. Saya suka baterainya yang awet banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat!! Ini dia alasan mengapa aspek "Daya Baterai" ditempatkan pada poin pertama.

      Hapus